jpnn.com - Smartphone berbasis Android khususnya di Eropa harus membayar mahal. Pasalnya, Google mengenakan biaya untuk penyertaan Google Play Store dan aplikasi lainnya.
Keputusan Google dipicu aturan baru di Eropa yang dinilai antikompetitif, lansir The Verge.
Sebelumnya, Komisi Eropa pada Juli lalu menemukan Google menyalahgunakan dominasi pasarnya dalam hal perangkat lunak di ponsel. Ini dianggap menghambat inovasi dan memutus peluang perangkat lain masuk. Sehingga Komisi Eropa menjatuhkan denda USD5 miliar.
Vendor ponsel Android pun harus mengeluarkan tambahan biaya USD 40 atau sekitar Rp 600 ribuan per perangkat mulai 28 Oktober mendatang.
Biayanya yang harus dikeluarkan ternyata berbeda di setiap negara dan memiliki tingkatan berbeda. Tertinggi di Inggris, Swedia, Jerman, Norwegia dan Belanda. (mg8/jpnn)
-
Sabtu, 20 Oktober 2018
Amel Carla Berusaha Turunkan Berat Badan demi Hapus Image Artis Cilik -
Sabtu, 20 Oktober 2018
Raline Shah Siap Akting di Film Komedi Pertamanya -
Sabtu, 20 Oktober 2018
Presisi Law Firm, Solusi Bantuan Hukum Untuk Masyarakat Miskin -
Kamis, 18 Oktober 2018
Maudy Ayunda Ungkapkan Bagian Terbaik dari Wajahnya -
Rabu, 17 Oktober 2018
Menaker Hanif Pastikan UMP 2019 Naik Lumayan, Wouw! -
Rabu, 17 Oktober 2018
Ernest Prakasa Ogah Tambah Momongan, Alasannya -
Jumat, 19 Oktober 2018
Raline Shah Naik Bus Umum Karena... -
Jumat, 19 Oktober 2018
Demi Dapatkan Bentuk Tubuh Ideal, Ratu Meta Lakukan Operasi…
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Gara-gara Disanksi, Google Tarik Biaya ke Ponsel Android"
Post a Comment