Search

Saham FAANG Diburu pada 2018, Bagaimana Prospek untuk Tahun Ini? - iNews

JAKARTA, iNews.id - Pada 2018, lima saham milik Facebook, Amazon, Apple, Netflix, dan Alphabet induk Google menjadi pilihan teratas. Pasalnya, empat saham pertama naik sekitar 50 persen pada 2017 sementara Alphabet naik lebih dari 30 persen.

Namun, pada 2018 beberapa industri teknologi tersandung skandal regulasi dan privasi data perusahaan membuat saham-saham menjadi tidak sekuat tahun sebelumnya. Lalu, bagaimana prospek masing-masing saham tersebut di 2019? Berikut kinerja lima saham tersebut dikutip dari CNBC, Selasa (1/1/2019).

1. Facebook

Saham Facebook mengakhiri 2018 dengan terkoreksi sebesar 25 persen. Penurunan ini merupakan capaian terburuk sejak tahun pertama Facebook memasuki pasar modal pada 2012.

Perusahaan mengalami penurunan penilaian pasar dan hal ini sangat memengaruhi investor. Pasalnya, skandal kebocoran privasi telah memengaruhi data pengguna dan model bisnis berbasis iklan platform.

Akhirnya, para eksekutif teratas Facebook harus menghadapi pertanyaan dari FTC dan tantangan yang berkelanjutan untuk basis penggunaannya pada 2019. Hal ini membuat saham rentan terhadap koreksi yang lebih dalam.

2. Amazon

Berbeda dengan Facebook, saham Amazon berhasil menjadi saham berkinerja terbaik di antara kelimanya pada tahun ini karena berhasil mencatatkan kenaikan lebih dari 28 persen.

Pasalnya, perusahaan e-commerce raksasa ini terus memperluas jangkauannya ke industri lain. Misalnya dengan menggali lebih jauh ke dalam industri health care dan media.

Kendati demikian, saham Amazon sempat terpukul pada kuartal IV-2018 karena terbebani oleh gejolak pasar dan fundamental yang lebih lemah dari perkiraan selama musim liburan. Hal ini membuat saham merosot lebih dari 20 persen sejak September lalu.

Amazon, seperti Facebook menjadi pusat perhatian dalam menyusun regulasi. Para ahli dan anggota parlemen Amerika Serikat, termasuk Donald Trump, telah menyerukan peninjauan antimonopoli perusahaan. Oleh karenanya, tindakan apa pun pada awal 2019 dapat berpotensi menekan saham Amazon.

3. Apple

Saham Apple ditutup hampir turun 7 persen pada akhir 2018 menjadikannya tahun terburuk sejak krisis keuangan 2008. Padahal, sebelumnya saham Apple berhasil melewati kapitalisasi pasar 1 triliun dolar AS dan menjadikannya perusahaan publik AS pertama yang menembusnya.

Saham Apple sekarang diperdagangkan jauh di bawah patokan. Bahkan dinilai lebih rendah daripada saham Microsoft.

Saat ini, Apple berjuang melawan angka penjualan yang tidak pasti dan kejenuhan pasar smartphone. Perdagangan terburuk saham pada 2018 terjadi setelah laporan pendapatan kuartal keempat fiskal, di mana Apple mengumumkan akan berhenti melaporkan penjualan unit individu dan angka pendapatan untuk iPhone dan lini produk terbesar lainnya.

Apple sebagian besar menghindari skandal dan tekanan peraturan yang dirasakan oleh keempat saham lainnya selama 2018. Namun, pertumbuhannya yang melambat, masa depan yang tidak pasti, dan kedekatan dengan saham-saham yang tidak stabil membuat nilai sahamnya lebih rendah dan dapat terus berlanjut hingga 2019.

4. Netflix

Pencapaian Netflix di 2018 mengungguli keempat saham lainnya karena berhasil mencatatkan kenaikan hampir 40 persen.

Perusahaan menaikkan pengeluaran program original untuk menangkis pesaing seperti Hulu, Amazon, HBO, dan layanan streaming Disney+ yang akan segera diluncurkan. Netflix melihat kesuksesan dengan lebih banyak acara TV dan film asli di lebih banyak negara daripada tahun-tahun sebelumnya sehingga mengumumkan kemitraan konten yang terkenal.

Oleh karenanya, perusahaan terus membakar uang lebih banyak di mana hal ini berpengaruh terhadap pergerakan saham pada 2019.

5. Alphabet

Induk perusahaan Google ini mengakhiri tahun dengan pergerakan yang stagnan bahkan cenderung turun di bawah 1 persen pada 2018.

Perusahaan mengalami skandal privasi yang hampir sama dengan Facebook meski lebih rendah. Google juga menghadapi serangan balasan dari karyawannya mengenai penanganan pelanggaran dan diskriminasi perusahaan sehingga membuatnya membayar denda beberapa miliar dolar AS.

Terlepas dari semua itu, pendapatan iklan perusahaan terus meningkat. Dengan mencatatkan kerugian minimal di 2018, maka saham Alphabet berpotensi positif pada 2019.

Editor : Ranto Rajagukguk

Let's block ads! (Why?)

Read Again https://www.inews.id/finance/keuangan/saham-faang-diburu-pada-2018-bagaimana-prospek-untuk-tahun-ini/417105

Bagikan Berita Ini

0 Response to "Saham FAANG Diburu pada 2018, Bagaimana Prospek untuk Tahun Ini? - iNews"

Post a Comment

Powered by Blogger.